Stay In

Dan mungkin rasaku akan hilang dalam gelapnya malam, jika kau tak disini, mungkin aku tidak setegar ini.

Caft Sj: sudah waktunya kamu berlari ke depan. Kejar cahaya itu, jangan terus berdiam dalam gelap seorang diri.

Aku: aku tidak yakin bisa melakukannya. Itu tak mudah.

Caft Sj: berdamailah dengan dirimu, bersahabatlah dengan keramaian, itu memang tidak mudah tapi tidak mustahil.

Aku: kau akan pergi caft?

Caft Sj: haha pergi kemana? Santai saja aku selalu ada untukmu, kita akan selalu berbagi. Selalu!

Aku: i hate you so much. 😫

Caft Sj: anyway, berjalanlah ke depan tanpa berpikir apa yang akan terjadi di sana. Berjalanlah jalani apa yang ada. Orang sepertimu, tidak akan menyerah pada keputus asaan bukan?
I know you.

Aku: tentang rasa?

Caft Sj: punya rasa itu wajar, Nona. Tapi bukankah lebih baik rasamu itu di gunakan untuk menilik pengalaman-pengalaman luar biasa, untukmu menata apa yang terlanjur berantakan? Di rapikan dulu ruang hatimu  andainya morat-marit, di per-indah semuanya, kalau sudah baik. Akan ada seseorang yang bukan sekadar ingin tinggal dan menetap denganmu. Tapi dia akan hadir melengkapi apa-apa mengarah pada kekuranganmu. Ada hatiku di depan sana, jadi berlarilah ke depan, jangan ragu. Aku ada, aku menunggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biar Ditanyakan

Sebuah Cerita

Yang Lagi Hits Di Bulan Juni ini: Tulisan Plagiat, Coppasan dan contekan