Postingan

Cahaya Di Balik Senja

Dalam cerita ada sebuah makna, melantunkan sebuah lukisan untuk mencatat sebuah cerita. Tak ada alasan bagi sang senja untuk mengakhiri semua cahayanya di sore hari, sang senja terdiam ketika matahari tak lagi menyinari secara penuh untuk pertanda akhirnya sang senja.  Cahaya dibalik senja terukir ketika tak ada lagi mentari, berfikir kapan sang senja akan tertawa kembali melihat cahaya matahari dipagi hari. Bukan senja yang ada dalam himpitan cahaya mentari pagi, tetapi langit biru yang berubah menjadi warna jingga untuk membentuk sebuah senja.   Senja, tempatku mengajarkan arti sebuah kehidupan, karna senja mengingatkanku pada-Nya. Senja yang membawaku pergi dari kenyataan pagi hingga siang. Senja yang membawaku mengakhiri semua yang ada untuk berkata pada sebuah langit dan senja yang akan menyapaku dalam kehidupan.   Aku berfikir terkadang kapan ada rasa saat itu, kapan saatnya membagi sebuah derita misteri kehidupan kepada sang senja. Aku terbuka pada senja...

Neraka Berpenghuni Malaikat

Dari kemiringan gunung aku tergerus oleh amukan skuadron-skuadron angin. Membuatku meruntuh dan terjatuh disisi hantu memori-memori tak menentu. Aku muak lalu berteriak.... Gema beriak lalu berkembang biak.... Lantas, kukokohkan kaki dan mencoba berlari.... Cepat, pesat, melewati hutan lebat lalu terpintah-pintah menuju ambang darat. Dari ufuk tebing aku tersaput oleh hantaman dinding-dinding air. Membuatku tenggelam dan mengaram kedalam masa-masa yang kelam. Aku menuju ke dasarnya yang liat. Membuatku menggeliat. “Rupanya : Ini neraka berpenghuni malaikat”  karya; Prayogo

Bayangan

Gambar
Apalagi yang bisa aku tuliskan tatkala jejak-jejak ini tak lagi seindah uraian puisi, Ia serupa pena mati. Sepagi ini, dengan tirani dedaunan yang dibasahi oleh doa di waktu duhaku. Rindu menelusup ke jiwa-jiwa yang dipenuhi rindu, memainkan gelombang aksara merambat perlahan membentuk bayangan menyerupaimu. Kau dan aku duduk berdampingan di ujung taman paling sunyi, burung-burung berkicau dari dalam sarangnya, musim dingin menjadi saksi pertemuan dua hati yang terpisah oleh jutaan kilo meter jarak. Ini kamu dan aku. Kita. "Maaf," katanya pelan. "Maaf? Untuk apa minta maaf. Kamu tidak punya salah apa-apa padaku." Kataku seraya tersenyum padanya. Walau dia menunduk dan tak menatapku tapi aku tetap menatapnya. "Maaf aku telah membiarkanmu menunggu terlalu lama." Gumamnya, lalu menatap mataku tajam. Kau tahu sayangku, sahabat hidupku, belahan jiwaku. Tatapanmu ini akan menyakitkan sekali, sebab ketika  aku tersadar kau hanya ada dalam lamunanku. Apa...

Stay In

Dan mungkin rasaku akan hilang dalam gelapnya malam, jika kau tak disini, mungkin aku tidak setegar ini. Caft Sj: sudah waktunya kamu berlari ke depan. Kejar cahaya itu, jangan terus berdiam dalam gelap seorang diri. Aku: aku tidak yakin bisa melakukannya. Itu tak mudah. Caft Sj: berdamailah dengan dirimu, bersahabatlah dengan keramaian, itu memang tidak mudah tapi tidak mustahil. Aku: kau akan pergi caft? Caft Sj: haha pergi kemana? Santai saja aku selalu ada untukmu, kita akan selalu berbagi. Selalu! Aku: i hate you so much. 😫 Caft Sj: anyway, berjalanlah ke depan tanpa berpikir apa yang akan terjadi di sana. Berjalanlah jalani apa yang ada. Orang sepertimu, tidak akan menyerah pada keputus asaan bukan? I know you. Aku: tentang rasa? Caft Sj: punya rasa itu wajar, Nona. Tapi bukankah lebih baik rasamu itu di gunakan untuk menilik pengalaman-pengalaman luar biasa, untukmu menata apa yang terlanjur berantakan? Di rapikan dulu ruang hatimu  andainya morat-marit, ...

Bayangan

Bayangan, Langkahku mengikuti bayangan, semakin aku dekati ia, bayangan itupun semakin jauh. Ahh biarlah, karena langkahku teramat letih untuk mengejar bayangan yang semu namun penuh rindu. Sejenak saja, aku ingin melupakan bayangan itu, lalu aku putuskan sore ini duduk di taman dekat dermaga Hung Hom Hong Kong. Angin dingin merasuk ke dalam sukma, lalu tubuh ini menggigil kaku. Aku membuka buku diary bersampul memerah muda, setidaknya akan ada tulisan tangan yang memaknakan rasa, satu kata, dua kata untuk menghangatkan kalbu yang lama beku. Sendiri disini, hanya aku seorang. Sedangkan riuhnya dermaga menjadi alunan musik paling merdu di penghujung senja. Lalu dingin begitup setia menutupi wajah alam. "Ternyata kamu disini,?" Tanyanya setelah duduk di sampingku. "Sebenarnya aku ingin terus mengikutimu. Namun kakiku telah lelah." "Kamu  salah jika bersikeras mengikutiku, karena aku adalah bagian dari dirimu. Namun kejarlah cahaya, maka bayangan yang akan ...

Seven Promise (Part 1. Diary Masa SMA)

Kawan, apakah kamu percaya bahwa cinta itu saling menguatkan satu sama lain. Yakni,  the positive of love, has plenty of power to make you feel better and advanced. Dan pada saat ini lucu sekali hatiku tiba-tiba rindu masalalu dan membuat aku penaku tergerak kembali menghidupkan dongeng masa putih-abu-abu yang pernah mewarnai hariku sekaligus mengkaramkan mimpiku, iya aku menulisnya di atas lembar putih microsoft world document ini. Ini tentang kisah lima tahun yang lalu. Dimana perasaan yang ada dalam hati bisa di definisikan sebagai peranan The First love, manakala kembali ku buka lembar demi lembar buku diary bersampul memerah muda itu, hatiku bergetar, ada rasa senang dan juga ada rasa sedih bercampur sayatan pedang Dewi Kali. Iya atau ini sekadar keinginan saja, namun sungguh aku kecewa ketika naluriku ingin kembali pada kisah itu dan ingin di tempat yang untuk cerita yang berbeda, dengan teman, sahabat dan dia. Semua berawal dari penemuan Diary SMA yang aku simpan di gudan...

Strategic Account Management and Selling Are Different

 Ask the question, “What needs to happen at your company to maximize your success with your strategic accounts?” and you’re likely to get answers like this: The leaders at the account need to know about the value we can bring them  besides  what we’re doing for them right now. We need to penetrate different divisions of the accounts. Our relationships need to be deeper if we want to keep competitors out. We need to work directly with decision makers at the enterprise level. Nice list, but not unique to  strategic account management . Indeed, the answers tend to be the same as those to the question, “What would you like your salespeople to do more of?" Company leaders often ask the question, look at this list, and decide, “Okay – looks like we need  sales training . Let’s put something on the agenda.” This is a mistake. While on their face, many of the outcomes of strategic account management and sales are the same (e.g. higher revenue, higher ma...